Senin, 10 Juli 2017

Jilbab Hunter 3



Sugar
Yes, please
Would you come and put it down on me
right here, cause I need,
little love and little sympathy

yeah, you show me that I like it
make it alright
need a little sweetness in my life

Penggalan lagu sugar milik Bruno mars menemani kesendirian Devieta di dalam kamarnya, kamar yang menjadi saksi awal perbudakan dirinya. Nampak ia sangat kelelahan setelah semalaman digenjot oleh Irsyad dan meninggalkan bekas sperma yang mulai mengering di seluruh badannya. Devieta tampak mulai terbiasa dengan perlakuan temannya itu terhadap dirinya dan menikmati setiap pelecehan yang ia terima.

Kini ia berniat beristirahat untuk mengembalikan tenaga setelah melewati malam pertempuran yang sangat melelahkan. Tubuhnya benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk melakukan aktivitas keseharian. Beruntung hari itu tanggal merah sehingga ia tidak ada kegiatan perkuliahan.
Dan hari itu ia gunakan untuk memulihkan tenaga setelah digenjot habis-habisan oleh Irsyad. Namun Devieta lupa jika pintu kamarnya tidak tertutup rapat, sehingga siapapun yang ada di depan kamar dapat melihat sedikit tubuh telanjangnya yang terbaring di tempat tidur.
Suasana kos yang ditempati Devieta terasa sepi, banyak penghuninya yang memanfaatkan liburan ini untuk kembali ke kampung halaman. Tampak hanya beberapa orang saja yang masih setia berada di kos yang terkenal dengan lingkungannya yang sangat asri itu.
Tempat kos Devieta adalah layaknya tempat kos cewek seperti yang lainnya. Bedanya dari kos lain adalah tempat kos ini dikhususkan bagi para wanita yang berhijab. Pemilik kos itu adalah seorang keluarga ustadz terkenal disana. Tempat kos itu hanya sebagai usaha sampingan dari istri sang ustadz.
Pemilik kos Devieta tidak tinggal satu tempat sehingga tempat kos itu hanya dijaga oleh seorang ibu-ibu yang menjadi kepercayaan keluarga ustadz tersebut. Dan itupun hanya pagi sampai sore ia menjaga.
Menurut pendapat istri ustadz, kos wanita dapat membuat lingkungan rumah menjadi terawat. Terlebih yang menempati adalah para mahasiswi berhijab yang selalu menjaga sopan santun mereka terhadap warga sekitar.
Namun tanpa disadari oleh pemilik kos dan panjaga kos tersebut, ternyata di dalam kosnya telah terjadi skandal. Tak hanya Devieta yang sering melakukan hubungan intim dengan Irsyad, tak sedikit pula penghuni yang lain melakukan hal serupa. Bahkan ada yang hampir tiap malam membawa pria yang berbeda.
Kehidupan mahasiswi sekarang yang terbilang cukup bebas membuat seks menjadi candu dalam setiap kegiatan. Termasuk Irma, mahasiswi asal kota di utara Jawa Timur. Dia kini menjadi penggila seks. Mahasiswi fakultas kebidanan itu sering melakukanmya di tempat kos, bahkan tak jarang Irma melakukannya di lingkungan kampus.
Saat itu setelah kegiatan organisasi di kampusnya selesai, seperti biasa cowoknya yang bernama Irwan telah menunggu. Mereka sudah berpacaran hampir setahun terakhir. Irwan sendiri termasuk maniak seks, ia memacari Irma bukan berlandaskan cinta dan kasih sayang, namun ia tergoda oleh bentuk daging kenyal yang ada di dada gadis itu. Irma memang terkenal memiliki tubuh yang sangat menggoda. Jilbab yang digunakan pun tak mampu menutupi bentukpayudaranya  yang bulat dan besar.
Sudah banyak wanita yang telah ditiduri Irwan sejak ia SMA hingga sekarang berpacaran dengan Irma. Sedangkan Irma adalah seorang mahasiswi polos dengan pengetahuan agama yang sangat tinggi. Ia terlahir di tengah keluarga seorang kyai di desanya. Namun sayang kepolosannya ternyata dimanfaatkan oleh Irwan.
Irma yang mengetahui Irwan sudah menunggu di dalam mobilnya langsung menghampiri dan masuk ke dalam.”Hai, sayang. Lama yah? Uuuh, kasiaan!” kata Irma dengan manja
“Hai juga, sayang. Udah gak tahan nih, yank!” balas Irwan.
“Kamu ihh, mesum terus bawaannya!” kata Irma sambil menyentuh kontol Irwan dari luar celana.
“Kalo mesumnya sama kamu itu wajib, yank. Apalagi sama ini nih!” kata Irwan yang dengan cepat meremas toket Irma yang berukuran 34C.
“Mmmmh… nakal banget kamu, uuuuh!” desah Irma kegelian.
Irwan yang selalu bernafsu melihat tubuh Irma, tanpa banyak bicara melumat lembut bibir gadis itu dan meremasi toketnya.
“Mmmmh mmmh ooooh... terus, sayaaaang… aaaah geliii…” racau Irma.
“Kamu cantik banget, sayang... mmmmh mmmmh… apalagi kalau lagi horny kayak gini.” puji Irwan.
Mendapati serangan yang mendadak membuat Irma pasrah menikmati apa yang dilakukan oleh Irwan terhadapnya. Bahkan Irma mulai membalas lumatan sang pacar. Mereka pun saling membelitkan lidah di dalam mulut pasangannya.
“Mmmmmh… sayaang, udah duluu… mmmmmh aaaaah aaauwh… enaak!” desah Irma.
“Kenapa, sayang?” tanya Irwan.
“Kita masih di kampus, yank. Ntar kalau ketahuan gimana? Pindah aja yuk!” ajak Irma.
“Mau pindah kemana, yank? Udah gapapa disini aja, biar mereka liat kalau kamu hot banget, yank!” kata Irwan smbil terus menjarah tubuh Irma.
“Mmmmh… nakal ih kamu! Aaauwh aaaah aaah geli..” desah Irma.
Irma sadar ia masih di parkiran kampus, ia khawatir jika ada yang memergoki perbuatan mereka. Namun Irwan tetap meneruskan aksinya. Sementara Irma tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa berharap tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi di dalam mobil.
Entah apa yang bisa membuat Irma begitu luluh kepada Irwan. Ia nampak begitu pasrah saat Irwan menjarah tubuhnya di dalam mobil. Namun kekhawatirannya dapat menyadarkan Irwan yang sudah seperti kerasukan saat menciumi bibirnya.
“Udah, yank. Pindah ke kosan aku aja. Aku takut ketauan! Aaaaah, geli… aaah!” desah Irma saat jari sang kekasih berhasil menyentuh pentil coklatnya.
“Aman kah di kosan kamu, yank?” tanya Irwan.
“Gak tau, yank. Ntar kalo aman, aku isep deh titit kamu!” kata Irma berjanji.
Mereka pun berpindah ke tempat kos Irma yang satu kosan dengan Devieta. Irma memang belum pernah melakukan seks selama berpacaran. Hanya dengan Irwan ia menyerahkan kedua buah daging kenyal di dadanya, namun belum pernah melakukan hal yang lebih jauh

***

Tak lama mereka sampai di kos Irmasetelah sempat mampir ke sebuah warung makan untuk santap siang sembari mengisi tenaga. Cuaca mendung yang semakin gelap membuat Irma ingat kalau ia belum mengambil laundry yang harusnya kemarin ia ambil. Dengan sedikit terburu-buru Irma meninggalkan Irwan di kosan. Irwan melihat suasana kosan sangat sepi. Hanya ada dua penghuni kos yang ada. Yaitu Ceppy dan Devieta.
Ceppy adalah mahasiswa fakultas kedokteran hewan dan masih sekelas dengan Devieta. Ceppy mahasiswi berhijab dan mempunyai tubuh langsing. Ukuran payudaranya termasuk kecil, tapi ia lumayan binal. Banyak dosen yang sudah menikmati tubuhnya sebagai pelancar nilai bagus.
Tapi Ceppy bukan mahasiswi murahan yang melayani kaum adam dengan tanpa imbalan. Ceppy menjadikan tubuhnya untuk mencari uang jajan.
“Boleh juga nih cewek, toketnya kecil sih tapi bodinya nafsuin juga!” kata Irwan dalam hati. “jadi nafsu gue liat dia. Memeknya kayak gimana yah?” lanjutnya.
Irwan tampak mengamati seluruh ruangan di kos Irma. Sempat ia mengamati tubuh Ceppy yang sedang menonton tv di ruang tengah. Walaupun menggunakan jilbab, pakaian Ceppy begitu ketat sehingga lekuk tubuhnya jelas terbentuk.
Irwan pun memutuskan untuk menunggu di ruang tamu. Dan tampaknya ia sadar akan sesuatu yang membuatya penasaran. Di salah satu ruangan yang ada di sebelah ruang tamu, tampak pintu yang tidak tertutup rapat.
Yah, itu adalah kamar milik Devieta. Kamar Devieta yang berada di kamar tamu itu membuat Irwan terus memperhatikan. Dari posisinya, Irwan bisa melihat tubuh telanjang Devieta yang hanya terbalut jilbab pink di kepala sedang tertidur pulas.
Irwan pun berniat ingin melihat dengan lebih jelas.
Diliriknya Ceppy yang ternyata sudah masuk ke dalam kamar. Irwan pun memberanikan diri masuk ke kamar Devieta. Birahinya yang tadi tinggi dan sempat tertunda akibat kekhawatiran Irma, mulai meledak lagi. Irwan dengan hati-hati masuk dan mendekati Devieta yang sedang tertidur pulas. Tak lupa ia mengunci pintu kamar gadis itu.
Setelah berada di samping tubuh Devieta, tampak Irwan seperti terhipnotis. Ia tertegun menatap banyaknya bekas sperma yang sudah mengering di seluruh tubuh Devieta. Bahkan jilbab pink yang digunakan Devieta juga tampak ada bercak sperma yang tertinggal.
“Wah, gak nyangka ada yang binal di kosan ini,” batin Irwan. “Nih cewek abis ngentot kayaknya. Duh, bikin konak gue aja. Gue foto dulu aja ah!” lanjutnya.
Irwan tak kehilangan akal melewatkan moment yang sangat berharga itu dengan mengabadikan tubuh Devieta memakai kameran ponselnya. Setelah itu, ia memberanikan diri meremas toket Devieta.
Dengan lembut Irwan meremasi keduanya, kiri dan kanan, seakan ia sedang meresapi setiap kekenyalan toket Devieta yang bulat dan kencang. Dilihatnya Devieta tidakmerespon, tetap tertidur pulas. Irwan pun semakin berani dengan mulai menjamah bagian memek Devieta.
Dirasakannya memek Devieta yang masih basah dan dipenuhi cairan sperma didalamnya. Irwan terus memainkan klitoris Devieta hingga membuat gadis itu mendesah dalam tidurnya.
“Buseet, memeknya masih becek ternyata. Toketnya juga ngegemesin banget!” batin Irwan.
Dan tiga jarinya pun masuk tanpa ijin ke dalam memek Devieta sehingga membuat gadis itu tersentak dan terbangun dari tidurnya. Devieta sontak kaget melihat ada orang asing di dalam kamarnya. Sedangkan Irwan dengan cepat menyumpal mulut Devieta memakai celana dalam yang tergeletak di samping tempat tidur.
“Mmmmh mmmh mmmh..” desah Devieta dalam tidurnya.
“Hehehe… bangun, cantik! Gue entot memek lu kalau bangun!” batin Irwan.
“Aaaaiih mmh... kamu siapa? Aaaaah aaaah tooll… mmmmmh mmmmhh!” teriakan Devieta terhenti setelah Irwan menyumpal mulutnya dengan celana dalamnya sendiri
Devieta berusaha melepaskan tangan Irwan yang bersarang di dalam memeknya. Namun usahanya sia-sia, tenaganya yang masih belum pulih dan serangan yang mendadak dari Irwan membuat Devieta pasrah. Terpaksa ia harus merelakan  memeknya dijamah oleh orang yang tak dikenal.
Setelah dirasa Devieta sudah tidak melawan lagi, Irwan segera menunjukkan foto gadis itu di ponselnya yang sedang tidur dalam kondisi bugil dan penuh sperma. Devieta tentu terkejut, nampak rona ketakutan di raut wajahnya yang cantik.
“Hehehe, gak usah pake teriak. Lu liat nih, gue udah fotoin badan lu yang penuh sperma ini. Mending sekarang lu nikmatin aja apa yang gue berikan!” kata Irwan mengancam.
Mendengar perkataan orang yang tak ia kenal, Devieta menanggapi dengan mengelengkan-gelengkan kepala.  Elihat hal itu, Irwan bukannya menghentikan kocokan tangan di memek gdis itu, tapi malah semakin mempercepatnya.
Devieta hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi. Ancaman Irwan membuat nyalinya menciut. Irwan segera memerintahkan Devieta untuk membersihkan tubuhnya dari sperma yang menempel.
“Bersihin badan lu sana, gue mau nikmatin tubuh lu!” kata Irwan penuh kemenangan.
Dengan langkah yang sangat berat, Devieta berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya. Sempat Irwan meremas pantat gadis itu yang terlihat sekal saat Devieta berjalan menuju kamar mandi.
Hujan mulai turun dengan deras, Irma yang sudah berada di tempat laundry pun kesulitan untuk kembali ke tempat kosnya. Sementara tempat laundry itu jaraknya cukup jauh. Beruntung bagi Irwan sehingga ia dapat menikmati tubuh salah satu penghuni kos dengan leluasa.
Irwan merekam Devieta yang sedang membersihkan sperma hasil pertempurannya semalam. Dan ia tak menyangka harus melayani Irwan di bawah ancaman. Devieta keluar dari kamar mandi dengan tubuh telanjang dan jilbab pink yang masih melekat di kepala.
Airmatanya mulai turun saat melihat Irwan yang duduk di pinggiran tempat tidur. Sementara Devieta hanya diam mematung di depan kamar mandi. Irwan memerintahkan Devieta agar mendekat dan mengeluarkan kontolnya.
“Sini, ambil kontol gue!” perintah Irwan.
Devieta berusaha menolak perintah itu, namun kembali ancaman Irwan yang ia dapatkan. Akhirnya dengan sedikit ragu ia mulai membuka celana Irwan dan mengeluarkan kontolnya. Melihat kontol yang sudah mengacung tegak dihadapannya, naluri Devieta seakan ikut tumbuh bersama birahinya. Dengan lembut ia mulai mengusap batang kontol Irwan.
“Hehehe... lembut banget tangan lu. Nama lu siapa?” tanya Irwan penasaran.
“Devieta, bang.” jawab Devieta singkat
“Badan lu bagus banget, sering ngentot gak lu?” tanya Irwan yang ditanggapi dengan anggukan oleh Devieta.
“Wah, binal juga ternyata! Hahaha...” ejek Irwan, sambil tangannya tak tinggal diam, mulai merayap ke punggung Devieta yang mulus tanpa cacat.
Berbeda dengan Irsyad yang mempunyai tipikal agak kasar saat menggenjot mangsanya, Irwan melakukannya dengan sangat lembut sehingga dapat dengan mudah memancing nafsu Devieta. Terbukti kini Devieta tampak mulai menikmati permainan Irwan.
“Hahaha… doyan yah nyepong kontol? Uuuuh fuck! Enak banget mulut lu!” desah Irwan kegelian.
Devieta dengan cekatan menggunakan mulutnya untuk menservis kontol Irwan. Ia dengan jeli menciumi setiap inchi kontol pemyda itu, mulai dari ujung hingga ke kantung telurnya. Sesekali Devieta menjilati batang kontol Irwan.
“Gilaaa, liar banget lu! Aaaah aaaah fuck!” desah Irwan tak tahan.
“Hmmmmmh sssssllllrrp ssssssllllrrpp mmmh...” suara kuluman Devieta pada kontol Irwan.
Irwan hanya bisa melenguh merasakan kenikmatan dan kelembutan lidah Devieta. Detik berikutnya, kontolnya sudah tenggelam di dalam mulut gadis cantik berjilbab itu. Devieta seakan lupa diri, nafsunya yang sudah memuncak mulai menguasai dirinya.
Kini ia berusaha mengeluarkan sperma Irwan dengan teknik oral terbaik yang ia kuasai. Sementara Irwan yang melihat perubahan Devieta menjadi sosok yang haus akan seks hanya tertawa menikmati. Ia kini benar-benar menguasai Devieta sepenuhnya.
“Aaaaaaah… isep terus! Mmmmh mmmh… isep yang kuat, uhhh!” desah Irwan menikmati sepongan Devieta. Batang kontolnyaterlihat mengkilap akibat liur Devieta yang menyelimuti.
Irwan yang sudah diliputi oleh nafsu,dengan cepat mengangkat tubuh Devieta hingga duduk di pangkuannya. Melihat toket Devieta yang sejajar dengan matanya, tanpa aba-aba lagi Irwan dengan cepat melumat. Pentilnya yang mungil ia hisap kuat hingga Devieta mengerang keenakan dibuatnya. Bahkan kini kedua toket gadis itu menjadi sasaran mulut nakal Irwan.
“Aaaaih gelii, bang! Mmmmmh sssh mmmmh… enaaak, bang! Aaauwh!”
“Toket lu bikin gue tambah nafsu, gue isep yah?!” kata Irwan.
“Aaaah iyaaah! Isep pentil gue, bang! Aauuwh… enaak, bang!” desah Devieta.
Desahannya menjadi semakin keras saat lubang memeknya yang sudah sangat becek tiba-tiba dimasuki oleh jari Irwan. Bukan cuma satu, tapi dua, yang langsung bergerak keluar masuk dengan sangat cepat di dalam. Sementara Devieta tak tinggal diam, tangannya juga ikut menggenggam kontol pemuda itu dan mengocoknya gemas.
“Aaaaauwh bang, ampun! Saya gak tahan, bang!Mmmmmmh mmmh sssh… mau nyampe bang!” desah Devieta yang mulai kelonjotan.
“Keluarin aja, gue mau liat lu orgasme!” kata Irwan.
Devieta yang diserang bersamaan pada toket dan memeknya, tak mampu bertahan lebih lama lagi. Ia pun orgasme. Sssssrrrr sssssssrrrr ssssrrr… tubuh Devieta mengejang dan bergetar merasakan orgasme pertama yang diberikan oleh seseorang yang tak ia kenal.
“Aaaaaaaaaaah... sayadapeet, bang! Aaaaah nikmaat, bang! Aaaah aaah...” desah Devieta yang terlihat mulai ngos-ngosan.
“Hahaha… enak banget yah? Liat nih, banyak banget cairan memek lu!” kata Irwan.
“Aaaaah iya, bang, enak banget!” kata Devieta.
“Nih jilatin, bersihin tangan gue!” Irwan mengeluarkan jarinya dari dalam memek Devieta dan menunjukkan betapa banyak cairan orgasme yang gadis itu keluarkan. Dengan sedikit memaksa Irwan memasukkan jarinya yang belepotan cairan bening ke mulut Devieta agar dibersihkan.
Detik berikutnya dengan cepat Devieta ia baringkan ke tempat tidur. Devieta nampak pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya. Dengan mata sayu ia melihat Irwan yang sedang melucuti sisa pakaian yang menempel di tubuhnya. Devieta benar-benar sudah kehabisan tenaga untuk melawan.
Dengan pasrah ia melihat Irwan mendekat dan mulai menggesek-gesekkan kontol ke pipinya. Sementara Irwan tak henti-hentinya meremasi toket Devieta dan menarik pentil imut gadis itu yang tentu membuat Devieta mengerang keras.
“Toket lu bener-bener bikin gue horni banget, toket paling gue suka ini!” racau Irwan. “Gue mau tau rasanya kontol gue dijepit pake toket lu!”
Irwan berpindah mengangkangi dada Devieta dan meletakkan kontol kebanggaannya di belahan toket gadis itu. Desahan Irwan semakin menjadi-jadi saat kontolnya dijepit oleh dua daging kenyal di dada Devieta.
Irwan melihat raut wajah Devieta yang menunjukkan ia tidak rela melayani nafsu bejatnya. Sering Devieta memalingkan wajah, tidak ingin menatap Irwan yang sedang menikmati kekenyalan toket yang selalu ia rawat. Tapi Irwan tetap memaksa untuk melihat ke arahnya. Dia ingin menikmati raut wajah Devieta yang kini sudah ia kuasai.
“Gak usah pake malu. Tadi aja lu suka, sampe orgasme kayak gitu. Sekarang pake ditutupi segala!” kata Irwan menyindir.
“Aaaaih… geli, bang! Aaaaaah mmmmh… udah, bang!” racau Devieta.
“Toket lu empuk banget, bisa ngecrot nih gue!” kata Irwan, mulai tak tahan.
Puas bermain dengan toket Devieta, dia mulai merosot diantara kedua paha gadis itu. Sementara Devieta berusaha menutupkan kedua pahanya. Dengan sekuat tenaga ia berusaha menahan tangan Irwan yang mencoba membuka kedua pahanya.
“Ayo buka! Gue mau liat memek yang tadi ngecrotin tangan gue!” kata Irwan memaksa.
“Jangan, bang! Jangan entot saya, bang!” iba Devieta.
“Udah, jangan banyak omong! Gue mau ngerasain jepitan memek lu!” kata Irwan tak bergeming.
Dan pada akhirnya memek Devieta kini terpampang jelas di depan mata Irwan. Kontol Irwan seakan meminta jatah untuk masuk ke sarangnya. Devieta merasakan kontol pemuda itu mulai menggesek bibir memeknya. Dan bleeessshh.. tanpa kesulitan kontol Irwan melesak masuk ke dalam memek Devieta.
Apa yang dibayangkan Devieta pun terjadi. Akibat tenaganya yang habis dan keteledorannya lupa menutup pintu kamar kosnya, kini ia harus menanggung akibatnya.
“Aaaaah… ampun, bang! Udah... cabut, bang! Aaaah aaah aaah aaah...” desah Devieta.
“Gila, anget banget memek lu! Sempit juga, uuuuh uuuh...” desah Irwan keenakan.Kontolnya mulai bergerak perlahan di dalam memek Devieta.
“Hmm… bang!” Devieta mengerang. Memeknya terasa penuh saat benda panjang milik Irwan terus menerobos masuk ke dalam lorong memeknya. Isak tangis Devieta semakin terdengar saat Irwan mulai meningkatkan tempo genjotan.
“Aaaaah aaaah aaaah… mmmh, enaak banget memek lu!” racau Irwan kesetanan.
“Aaaaaah… ampun, bang! Aaaah, udaaah! Mmmmmmh ssssh ssssh...” desah Devieta.Semakin lama tangisannya berubah menjadi desahan dan erangan yang menandakan dirinya mulai menikmati permainan lawan. Bahkan Irwan semakin intens merangsang birahi Devieta dengan memilin kedua pentil toket gadis itu yang mengacung tegak.
Devieta menutupi wajah dengan jilbab yang terpasang di kepalanya. Ia tampak malu karena perlahan mulai menikmati setiap hujaman kontol Irwan dalam liang memeknya. Bahkan tangisannya sudah hilang dan berganti dengan desahan seiring kontol Irwan yang menghujam cepat.
“Hahahahaha… udah, gak usah malu deh! Nikmatin aja kontol gue!” racau Irwan.
“Aaaaih aaaah aaah… iyaaah! Ooooh... enaak, bang! Aaaaah aaah… terus, bang!” racau Devieta yang mulai menikmati sodokan kontol Irwan pada lorong memeknya.
Permainan lembut yang dilakukan Irwan ternyata membuat Devieta semakin terhanyut. Devieta dibuat semakin tak berdaya kala Irwan juga menyerang leher dan membuat gadis itu semakin menggelinjang hebat.
“Mmmmmmh uuuuh…  geli, bang! Uuuuh… terus, bang! Entot saya, bang! Aaaah aaah...” desah Devieta.
“Enak kan kontol gue? Nih rasain!” kata Irwan.
“Iyah, bang! Uuuuh… enak banget, bang! Saya sukaaa! Aaaaah aaah…” rintih Devieta.
Detik berikutnya mereka berganti posisi menjadi Devieta yang berada di atas tubuh Irwan. Dengan nalurinya Devieta menaik-turunkan tubuhnya seakan berusaha menggapai orgasme. Sementara Irwan hanya melihat dan menikmati setiap goyangan dan liukan tubuh gadis itu.
Dengan mata terpejam Devieta terus memompa kontol Irwan. Beda dengan Irsyad yang tak mempedulikan kondisi memeknya yang digenjot dengan kasar hingga membuatnya terasa ngilu, Irwan melakukannya dengan penuh pengertian dan kelembutan.
“Aaaaah, bang! Saya nyampe, bang!” desah Devieta.
“Keluarin aja, siram kontol gue!” sela irwan.
Devieta semakin liar menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuh bugil Irwan. Desahan mereka bertambah keras saat Devieta sudah tidak bisa lagi menahan ledakan orgasme kedua yang melandanya.
Sssssssrrrr ssssrrr ssssrrr
“Aaaaaaaaah nyampeee... aaaahh enaaaknyaaa… mmmmhh mmmh…” erang Devieta.
Dia akhirnya ambruk di atas tubuh Irwan setelah mengalami orgasme hebat. Irwan membiarkannya sejenak. Dengan kontol yang masih menancap masuk dalam memek Devieta, ia meraba-raba seluruh tubuh gadis itu. Irwan juga memberikan ciuman kepada Devieta untuk membangkitkan nafsunya kembali.
Irwan yang belum merasakan orgasme, kini merubah posisi Devieta menjadi menungging di atas tempat tidur. Ia lalu memposisikan diri tepat berada di belakangnya.
Dengan posisi doggy, Devieta pun kembali digenjot oleh Irwan. Kontol irwan yang telah mengkilap dengan mudah masuk sepenuhnya ke dalam memek Devieta yang sudah semakin becek.
“Pelan-pelan, bang, saya capek banget! Aaaaaaaah...” erang Devieta seiring bergeraknya kontol Irwan di dalam liang memeknya.
“Fuck, becek banget memek lu! Aaaaah aaah aaah...” racau Irwan keenakan.
Dengan penuh semangat ia memompa memek Devieta hingga gadis itu tak mampu menopang berat tubuhnya sendiri. Devieta pun jatuh tengkurap ke tempat tidur. Meski begitu, Irwan terus saja meningkatkan tempo sodokan kontolnya hingga membuat Devieta mendesah penuh kenikmatan.
“Gue mau ngecrot nih, terima peju gue yah?! Aaaah aaahh!!” kata Irwan pada akhirnya.
“J-jangan di dalem, bang! Mmmmh aaah aah ahh aaah ssssh...” racau Devieta, namun terlambat.Croooot crrooooottt crrroooot... Sperma Irwan sudah keburu meluncur deras kedalam liang memeknya. Devieta bergidik merasakan memeknyayang semakin bertambah hangat dan licin.
“Aaaaah… gue hamilin lu! Aaaaah aaahh… enak banget memek lu!” kata Irwan penuh kepuasan.
Mereka berdua lalu ambruk saling menindih di atas tempat tidur Devieta. Tampak raut wajah kepuasan di wajah Irwan. Dan tanpa disadari mereka berdua, ternyata Ceppy mengintip kegiatan intim itu dari sela jendela yang sedikit terbuka. Ceppy yang curiga ada suara erangan dari dalam kamar Devieta, ternyata sudah lama berada di sana.
Puas merasakan kehangatan tubuh Devieta, Irwan beranjakuntuk mengenakan kembali pakaiannya dan keluar dari kamar gadis itu. Ia menunggu kembalinya Irma sang kekasih yang masih belum balik dari tempat laundry. Sementara Devieta masih tergeletak lemas di atas tempat tidurnya dengan memek yang penuh oleh sperma.

1 komentar: